"mungkin hanya ada satu bintang yang selalu menyinari jalanmu"
bintangnya cuma dua, dan mereka saling berjauhan
mungkin mereka masih saling memantaskan diri
Menjadikanmu ada tak menjadikanmu mengerti
Mengabaikan yang ada tak menepis yang tersimpan
Menyudahi dugaan tak memusnahkan yang tersirat
Mengikhlaskan yang terlewat tak melegakan keadaan
Hentakan derap itu tak membawanya pada keacuhan
Diam tak memutus pengharapan
Melawan tak melepas raga dari pengasingan
Memberontak tak menjawab yang terbungkam
Kini yang tertinggal
Hanyalah ketakutan, kegelisahan
Melihat tiap lembar putih
Yang tak lagi jernih
Membangunkan tidur panjangku
Yang sudah lama terlelap
Mengalir pada ukiran indah
Yang terselubung dibawah sadarku
Dalam mimpiku kau begitu dekat
Aku dan kamu itu kita
Dalam satu dunia
Tapi ketika aku terbangun
Kau begitu jauh dari peradabanku
Melihatmu ...
selayaknya mengharap kehadiran bintang malam
Mataku dapat menjangkau hadirmu
Tapi tetap saja kau begitu
jauh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar