Senin, 09 November 2015

Assalamu 'alaikum
"mungkin hanya ada satu bintang yang selalu menyinari jalanmu"
bintangnya cuma dua, dan mereka saling berjauhan
mungkin mereka masih saling memantaskan diri




Menjadikanmu ada tak menjadikanmu mengerti
Mengabaikan yang ada tak menepis yang tersimpan
Menyudahi dugaan tak memusnahkan yang tersirat
Mengikhlaskan yang terlewat tak melegakan keadaan
Hentakan derap itu tak membawanya pada keacuhan
Diam tak memutus pengharapan
Melawan tak melepas raga dari pengasingan
Memberontak tak menjawab yang terbungkam
Kini yang tertinggal
Hanyalah ketakutan, kegelisahan
Melihat tiap lembar putih
Yang tak lagi jernih
Membangunkan tidur panjangku
Yang sudah lama terlelap
Mengalir pada ukiran indah
Yang terselubung dibawah sadarku


Dalam mimpiku kau begitu dekat
Aku dan kamu itu kita
Dalam satu dunia
Tapi ketika aku terbangun
Kau begitu jauh dari peradabanku
Melihatmu ...
selayaknya mengharap kehadiran bintang malam
Mataku dapat menjangkau hadirmu
Tapi tetap saja kau begitu jauh

Minggu, 08 November 2015

Assalamu 'alaikum wr. wb


Buat kalian yang lagi ngambek-ngambekan. Berselisih paham itu hal biasa kok. Yaa namanya juga manusia yang kerap dan gak jauh-jauh dari kata saling interaksi, saling komunikasi, saling bersosialisasi. Yang terpenting itu saling mengerti. Oke satu hal PERCAYA

Wahai hati yang sedang menangis
Wahai batin yang sedang terisak
Wahai relung yang tak henti berteriak
Wahai jiwa yang tak lagi percaya
Tak bisakah kau sisakan
Sedikit ruang saja
Tempatkan kata 'bertahan'
Di ruang kecil itu
Berkorban merelakan
Bukanlah seberapa besar irisan yang tergores
Tapi bagaimana masalah itu
Mengantarkan kepada kedamaian
Lepaslah dari pengasinganmu
Bak bunga yang bermekaran
Bersinarlah dalam hitam
Bak satu bintang yang menenangkan
Assalamu ‘alaikum sohib-sohibku mulai dari yang lagi pada dilema sampe yang lagi bahagia tingkat lanjut. Aku mau share cuplikan kata hati. jiaahh gini nih kalo suasana hati udah gak nentu. Selamat membaca. Maaf kalo ngebosenin and waiting for kritik dan sarannya.


Sesuatu yang terlihat indah
Tak selamanya menjadi nikmat
Mengakui kebahagiaan itu mudah
Saat hati kita terlingkupi didalam kebahagiaan itu
Sekalipun kita hanya bergantung pada tali
Yang kita tau…
Tak akan lama lagi ia akan putus oleh waktu
Yang terus saja mengejarnya
Sebenarnya…
Waktu telah mengarahkannya lebih dulu
Untuk mulai melepas genggaman pada tali itu
Walau itu bukanlah pilihan
Tapi perlahan…
Waktu yakin inilah yang terbaik
Dan kenyataannya ego mengalahkan waktu
Apa yang bisa waktu perbuat
Selain terus berjalan hingga tiba saatnya
Kita bersama keegoan yang kita pertahankan sadar
Bahwa inilah jawaban atas semua pertandanya
Tapi sesal…
Hanya akan semakin menghancurkan kelanjutannya

Terus semangat ya jalani hari-hari kalian semua. Karena walau gimanapun tetep aja semua yang udah terjadi itu bakal jadi kisah penuh makna, bukan sekedar kenangan yang terlewatkan. Satu hal yang harus kita tau, segala hal yang menyulitkanlah yang membawa kita pada pembelajaran untuk selalu hidup bersama kesabaran dan keikhlasan

Sabtu, 15 Maret 2014



GIGI
Gigi adalah bagian keras yang terdapat di dalam mulut dari banyak vertebrata. Mereka memiliki struktur yang bervariasi yang memungkinkan mereka untuk melakukan banyak tugas. Fungsi utama dari gigi adalah untuk merobek dan mengunyah makanan dan pada beberapa hewan, terutama karnivora, sebagai senjata. Akar dari gigi tertutup oleh gusi. Gigi memiliki struktur pelindung yang disebut email gigi, yang membantu mencegah lubang di gigi. Pulp dalam gigi menciut dan dentin terdeposit di tempatnya.
Gigi merupakan bagian paling membedakan di jenis mamalia yang berbeda, dan salah satu yang bisa menjadi fosil dengan baik. Paleontologis menggunakannya untuk mengidentifikasi jenis fosil dan seringkali hubungan di antaranya. Analisis perbandingan gigi juga sangat membantu untuk mendapatkan gambaran perilaku evolusioner selama perkembangan suatu spesies.
Bentuk gigi berhubungan dengan jenis makanan hewan. Misalnya herbivora memiliki banyak gigi geraham untuk mengunyah karena rumput sulit untuk dicerna. Karnivora membutuhkan taring untuk membunuh dan merobek, dan karena daging mudah untuk dicerna, maka mereka dapat menelan makanan tersebut tanpa membutuhkan geraham untuk mengunyah makanan tersebut terlebih dahulu.
Bagian-bagian gigi
Mahkota gigi atau corona, merupakan bagian yang tampak di atas gusi. Terdiri atas:
Lapisan email, merupakan lapisan yang paling keras.
Tulang gigi (dentin), di dalamnya terdapat saraf dan pembuluh darah.
Rongga gigi (pulpa), merupakan bagian antara corona dan radiks.
Leher gigi atau kolum, merupakan bagian yang berada di dalam gusi.
Akar gigi atau radiks, merupakan bagian yang tertanam pada tulang rahang. Akar gigi melekat pada tulang rahang dengan perantaraan semen gigi.
Semen gigi melapisi akar gigi dan membantu menahan gigi agar tetap melekat pada gusi. Terdiri atas:
Lapisan semen, merupakan pelindung akar gigi dalam gusi.
Gusi, merupakan tempat tumbuh gigi.


Pemberontakan G 30 S/PKI dan cara penumpasan
Latar Belakang
Partai Komunis Indonesia mengalami kemunduran setelah mengalami kegagalan dalam pemberontakan di Kota Madiun. Akan tetapi, setelah D.N Aidit menjadi ketua PKI pada tahun 1951, PKI berkembang pesat bahkan menjadi salah satu partai pemenang Pemilu 1955. Pada masa Demokrasi Terpimpin, PKI semakain bertambah kuat dengan adanya gagasan NASAKOM dari presiden Seokarno. Pada akhir tahun 1963, PKI melakukan gerakan sepihak diantaranya Peristiwa Jengkol, Peristiwa Indramayu, Peristiwa Kanigoro dan Peristiwa Bandar Betsi yang berupa penyerobotan tanah perkebunan. PKI melakukan kampanye melawan tujuh setan desa yaitu tuan tanah, tukang ijon, kapitalis birokrat (kabir), bandit desa dan pemungut zakat. Kempanye dilakukan guna mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat.
Dalam usaha menyusun kekuatan dan merebut kekuasaan, PKI melakukan kegiatan sebagai berikut:
Membentuk Biro Khusus dipimpin Syam Kamaruzman. Tugas Biro Khusus adalah merancang dan mempersiapkan perebutan kekuasaan dengan cara infiltrasi ke dalam tubuh ABRI, organisasi politik dan organisasi massa.
Menuntut dibentuknya angkatan ke-5 yang terdiri dari buruh dan tani yang dipersenjatai.
Melakukan latihan militer di Lubang Buaya. Secara militer gerakan 30 September 1965 dipimpin oleh Kolonel Untung, Komandan Batalyon I Resimen Cakarabirawa (pengawal Presiden)
Membentuk Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA) yang ingin menanamkan pengaruh PKI dalam bidang budaya. Sementara pihak yang bertentangan dengan PKI membentuk Manifes Kebudayaan (Manikebu).
Melakukan aksi fitnah terhadap ABRI khususnya TNI-AD dengan melancarkan isu Dewan Jenderal yang akan memberontak. Selain itu terdapat dokumen Gilchrist yang berisi adanya kerjasama antara TNI-AD dengan CIA dan Inggris.
Jalan pemberontakan
Gerakan 30 September dimulai pada dini hari, tanggal 1 Oktober, yakni menculik dan membunuh enam perwira tinggi angkatan darat. Korban kemudian dibawa di desa Lubang Buaya dan dimasukan ke dalam sumur tua kemudian ditimbun dengan sampah dan tanah. keenam perwira tinggi yang dibunuh adalah:
Letnan Jenderal Ahmad Yani
Mayor Jenderal R. Suprapto
Mayor Jenderal M.T Haryono
Mayor Jenderal S. Parman
BrigadirJenderal  D.I. Panjaitan
Brigadir Jenderal Soetoyo Siswomiharjo
Jenderal Abdul Haris Nasution, Menteri Perahanan dan Keamanan berhasil meloloskan diri. Akan tetapi putri beliau, Irma Suryani Nasution tewas akibat tertembak para penculik. Letnan Satu Pierre Tendean, ajudan Jenderal Nasution juga menjadi korban beserta Brigadri Polisi Karel Satsuit Tubun, pengawal rumah wakil Perdana Menteri II, Dr. J. Leimena. Peristiwa pembunuhan lainnya terjadi di Yopgyakarta, korban yang terbunuh adalah Kolonel Katamso dan Letnan Kolonel Sugiyono.
Pada tanggal 1 Oktober pukul 07.20, Kolonel Untung menyiarkan pengumuman melalui RRI bahwa telah terjadi Gerakan 30 September  yang bertujuan menghancurkan Dewan Jenderal yang akan merebut kekuasaan presiden Soekarno.
 Penyelesaian
Mayor Jenderal Soeharto selaku Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) mengambil alih komando AD karena belum ada kepastian mengenai keadaan Jenderal Ahmad Yani yang menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat. Langkah pertama yang diambil adalah merebut studio RRI Pusat dan Kantor PN Telekomunikasi. Pada pukul 17.20 pasukan RPKAD dibawah pimpinan Kolonel Inf. Sarwo Edhie Wibowo berhasil menguassai objek vital tersebut.
Selanjunya Mayor Jenderal Soeharto melauli RRI mengeluarkan pengumuman yang menyatakan:
Gerakan 30 September adalah suatu ppemberontakan
Enam perwira AD telah diculik
Presiden Seokarno dalam keadaan aman
Rakyat tetap diminta tenang dan waspada.
Pada tanggal 2 Oktober 1965, Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma berhasil dikuasai. Atas petunjuk dari Ajudan Brigadir Polisi Sukitman pada tanggal 3 Oktober ditemukan tempat penguburan para periwara AD yang dibunuh. Semua korban kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata kemudian dianugerahi Pahlawan Revolusi. Tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari kesaktian Pancasila.
Operasi pembersihan terus dilakukan, seorang demi seorang tokoh PKI berhasil ditangkap. Kolonel Latif dan Kolonel Untung berhasil ditangkap, sedangkan D.N Aidit tertembak mati pada tanggal 24 November 1965 di Surakarta. Pada akhirnya pemberontakan PKI berhasil dipadamkan atas kerjasama antara tentara AD dengan masyarakat.