hy, ketemu lagi. aku mau share drama kelompok aku. nama pemerannya adalah :
1. Naomi
2. Dannis
3. Tesa
4. Ibu Naomi
5. Ibu dannis
6. Aufa
7. Tami
AZAB ANAK DURHAKA
Naomi:“Braaakk (menghentakkan meja makan)
Bu, mana sarapanku?”(sambil membentak
ibunya tidak sabaran)
Ibu :“Sabarlah nak, sarapanmu sedang ibu
siapkan.”(sambil menyiapkan sarapan)
Naomi :“Ibu ini gimana sih? Aku ini kelaparan bu. Ibu
mau aku mati kelaparan?”(dengannada tinggi)
Ibu :“Ini nak sarapan mu.”(dengan membawa piring layaknya pembantu)
Naomi :“Aduh
buk, telur lagi telur lagi. Aku bosan buk tiap hari makan telur. Dari mulai
sarapan, makan siang ,makan malam, telur terus. (sambil memarahi ibunya).
Ibu :“Sudahlah
nak, syukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita, masih banyak orang diluar
sana tidak bisa makan seperti kita.”
Naomi :”Yaelah ibu,
selalu ngomong begitu. Aku ingin makan daging bukannya
telur,tahu,tempe
yang selalu ibu masak.”
(tesa keluar dari kamar
karena mendengar keributan)
Tesa :“Sudahlah
kak, jangan memarahi ibu terus. Apa kakak tidak bosan memarahi ibu
terus-terusan, sehari saja kakak tidak memarahi ibu, apa rugi nya sih kak?”
Naomi :“Diam
kamu! Jangan ikut campur! Kamu itu masih kecil!”(dengan nada tinggi memarahi
Tesa)
Ibu :“Astaghfirullah
nak, kamu boleh berbicara kasar dan sesuka hatimu kepada ibu, tapi jangan ke
adikmu.”(menggelengkan kepala dan
mengelus dada)
Naomi :“Masalah
buat ibu?Ah… sudahlah aku kehilangan nafsu makanku!”(berlari ke luar rumah. meninggalkan ibu dan adiknya)
Tesa :“Dasar
kakak, tidak pernah bisa sopan sama ibu.”(katanya
saat kakaknya pergi meninggalkan dirinya dan ibu). “Sabar ya bu, suatu saat nanti pasti kakak akan sadar atas
perbuatannya terhadap ibu.”(merangkul ibu
dan berusaha menenangkannya)
Ibu : (Ibu
tersenyum untuk menutupi sakit hatinya atas perilaku naomi)
Skip 1
(Di warteg)
Naomi :“Iiiihhh ibu pagi-pagi udah bikin orang kesal
aja.”
Dannis :“Kamu kenapa?
Pagi-pagi kok udah marah-marah? gak baik loh, ntar cantik kamu
hilang.”
Naomi :“Enggak
kenapa-kenapa kok. Apaan sih kamu aku kan jadi maluuuu.”
Dannis :“Udah
deh gak usah bohong, gak mungkin kan ada
orang yang marah-marah kalo gakada sebab.”
Naomi:
(hanya terdiam)
Dannis
:“Yaelahh lah ngasih tau itu doang
lama banget ya udah deh, aku minta
nomor
handphone kamu aja.”
Naomi
:“Okeh, 081512345678.”
Dannis
:“Thank’s ya.”
Naomi
: “Ya.”
Skip
2
(Seminggu
kemudian, di kamar Ibu)
Naomi
:“Bu, aku minta uang dong.”
Ibu
: “Uang? Buat apa?”
Naomi
:“Ya buat malam mingguan lah!
Kenapa? Masalah?”
Ibu :“Malam mingguan sama siapa nak?”
Naomi :“Ya sama Dannis lah,Pacar baruku”
(Tiba-tiba Tesamasuk kekamar Ibukarena
terganggu dengan kericuhan didalamnya)
Tesa :
“Ada apa sih bu, kak? Kenapa ribut-ribut?”
Naomi :“Kamu itu masih kecil! Kamu ga
perlu tau! Masuk ke kamar sana!!”
Tesa :(hanya terdiam)
Ibu :“Sudah
ini ibu berikan.”(memberi uang dua lembar
sepuluh ribuan)
Naomi :(menerima dengan kasar) “Cuma segini??”
Tesa :“Kakak
ini bukannya berterimakasih juga!”
Naomi :“Sudah masuk sana! Dasar adik
durhaka!”
Tesa :“Bukannya
kakak ya?”
Naomi :“Kurang ajar kamu!masuk sana!!”
Tesa :(Masuk kekamar).
Ibu :“Sudah
naomi,Maaf uang ibu cuma ada
segini sisanya kan buat bayar sekolah adik kamu.”
Naomi :“Ooohh, jadi ibu udah berani pilih kasih sama
aku? Iya? Ibu lebih sayang sama tesa dari aku?”
Ibu
:“Bukan gitu nak, tapi kan...”
Naomi :(memotong
pembicaraan ibu) “Sekarang kasih uangnya sama aku, atau selamanya ibu gak
akan liat aku lagi dirumah ini karena aku bisa pergi kapan saja aku mau, biar
ibu nggak punya anak lagi!”(mengancam ibunya)
Ibu :(memberikan
sisa uang dengan ragu-ragu) “Naomi gak boleh bilang gitu. Ini uangnya tapi
disisakan sedikit ya buat spp adik kamu.”
Naomi :“Nggak,
uang ini aja kurang apalagi mau nyisain.”(pergi
meninggalkan ibu)
Skip 3
(2 minggu kemudian, jam 5 pagi)
Ibu :“Tesa, ayo kita shalat shubuh di masjid.
Tapi sebelumnya bangunin kakak mu dulu ya.”
Tesa :“Emang
kakak mau bu?”
Ibu :“Dicoba
aja dulu, mana tau mau.”
Tesa :“Iya
deh bu.” (dengan segera pergi kekamar
naomi)
(Di kamar naomi)
Tesa :“Kak
bangun, Ibu ngajak shalat ke masjid.”
Naomi :“Iiiihh apaan sih, ganggu orang
tidur aja! Aku masih ngantuk.”
Tesa :“Ayo
kak, ayo.” (menarik tangan naomi)
Naomi :“Udah deh kalian aja sana,
buang-buang waktu aja pake shalat segala.”
Tesa :“Kakak
kapan sih mau berubah? Mau tunggu kiamat ya?”
Naomi :“Terserah aku dong mau berubah
apa nggak bukan urusan kamu! Pergi sana!”
Tesa :(pergi meninggalkan naomi dengan raut wajah
kesal)
(Menghampiri Ibu)
Ibu :“Gimana
Tesa? Mau kakaknya?”
Tesa :“Gak
mau bu, aku aja diusir.”
Ibu :“Ya sudah, ayo kita ke masjid.” (pergi keluar rumah bersama bintang dengan
membawa mukenah dilengan kiri)
Skip 4
(Malam hari, saat ibu dan adiknya sedang
shalat isya)
Naomi :“Kalo besok aku minta sama ibu, ibu pasti cuma
kasih seadanya. Mending aku ambil sekarang aja mumpung gak ada orang dirumah,
aku yakin pasti gak bakal ketahuan kalo aku ambil sekarang. Ntar besok minta
lagi untuk tambahan.”(Ingin Mengambil
Uang Ibunya)
Naomi :“Aduhh…dimana ibu menyimpan
uang? disini tidak ada? Mungkin di sana ada!(menggeram kesal)
Naomi :“Nah…ini uangnya, wah
lumayan banyak”(puas karena mendapatkan
apa yang ia cari)
(Siang hari, dirumah)
Naomi :“Bu,
aku mau pergi. Minta uang!” (membentak
ibu sambil membawa tas besar)
Ibu :“Ya
allah nak, kamu mau kemana bawa tas sebesar itu?”(kaget melihat anaknya)
Naomi :“Aku mau pergi! Sudah cepat mana uangnya?” (membentak lagi dan menadah tangannya)
Ibu :“Ini
uangnya. Memangnya kamu mau pergi kemana nak?”
Naomi :“Mulai dari sekarang aku gak mau kenal sama
ibu dan tesa lagi.” (pergi meninggalkan
ibunya tanpa pamit)
Ibu :“Astaghfirullahaladzim.”
(mengelus dada lalu berlalu)
(Beberapa hari kemudian, Telepon
berdering)
Ibu :“Assalamualaikum...Ini
siapa ya?”
Naomi :“Ini aku ,Naomi..”
Ibu :“Ya
Allah...Apa kabarmu Nak?”
Naomi :“Sudahlah itu tak penting,Sebentar lagi aku
akan menikah dengan lelaki kaya pilihanku. Restu atau tidak restu aku akan
tetap menikah.”
(Duup Naomi menutup telepon)
Tesa :“Telpon
dari siapa bu? Apakah dari kakak?”
Ibu :“Bukan,bukan
siapa – siapa, hanya salah sambung.”
Tesa :“Oh..
yasudahaku pergi dulu ya bu.”(pamit kepada ibu dan mencium tangannya)
Ibu :“Iya
hati – hati ya nak, jangan pulang terlalu sore.”
Tesa :“Oke
bu.”(sambil mengacungkan jempol)
Skip 5
(Setelah sekian tahun menikah dengan dannis tanpa sepengetahuan ibunya)
Dannis :“Ma,
papa dipecat.”(dengan nada pasrah)
Naomi :“Apa? Dipecat? Terus kita mau bayar kontrakan
pake apa? Kita makan pake apa? spp buat anak gimana?”(dengan nada tinggi)
(Mendengar orang tuanya ribut – ribut aufa dan tami menghampiri orang tuanya)
Aufa :“Mama.. mama di pecat
itu apa?”(dengan harapan pertanyaannya
akan dijawab oleh mama)
Tami :“Dipecat
itu sejenis pemberhentian. Masa’ gitu aja kamu gak tau.”
Naomi :“Sayang
papa lagi banyak masalah. Jadi, kalian kekamar aja dulu, main berdua.”
(Tanpa
menjawab, tami dan aufa pun pergi kekamar).
(Dikamar)
Aufa :“Oh
iya, papa tadi berhenti gimana sih?”
Tami :“Berhenti itu loh, yang seperti dilampu
merah,yang kalau ada lampunya warna merah semua orang berhenti. Masa’ kamu gak
tau sih.”(ucapnya seolah meremehkan
kakaknya)
Aufa :“Hah?
bukannya berhenti kerja gitu ya?”
Tami :“Bukan
itu, aduuh kak kamu ini masa gak ngerti dasar anak kecil.”
Aufa :“Bukannya
kamu yang paling kecil.”
Tami :“Oh
iyaya aku kan badannya aja yang gede.”
Aufa :“Yaudah
yuk tami kita jadi pelawak aja.”
Tami :“Ayuuuuuk deh aku mauu.. hmm tapi ada yang
aku gak tau nih kak... pelawak itu apa ya kak?” (ucapnya dengan ekspresi datar)
Aufa : “Ituloh yang ada di rambut itu.”
Tami : “Ohh kutu..”
Aufa : “Ohh kutu ya namanya?kiraiin
ketombe.”
(Dalam sekejab, semua terdiam)
(Dirumah ibu naomi)
Ibu :”(berdoa sesudah solat) Yaa… Allah ampunilah dosa anakku, panjangkan
umurnya,murahkan rezekinya, berikanlah kesehatan lahir batin dan dunia
akhiratdi manapun dia berada.Jadikanlah suaminya pilihan terbaik bagi dirinya
sendiri, berikanlah nikmat dan rezekimu jadikan ia soleh dan patuh pada
suaminya, dan jika engkau mengizinkan pertemukanlah kami. amin” (Doa itu diakhiri ibunya dengan tangisan
rindu yang menyayat hati)
(Ternyata
Bintang mendengar ibu berdoa di tengah solat malamnya, iapun berlari dari kamar
dan memeluk ibu)
Tesa :”ibu
sabar ya, mudah mudahan kakak bahagia dengan jalan yangsudah diambilnya.”(memeluk dan menenangkan ibu)
Ibu :” iya nak,
doakan yang terbaik buat kakakmu.”
Tesa :”Selalu bu.”
(Diruang tengah rumah naomi)
Naomi :
“Aduh papa kerjanya gimana sih masa sampe bisa di pecat?Kamungapain
aja?
Dannis
:”sudah deh ma, aku capek bisakan kita berbicara hal lain.”(dengan nada kesal)
Naomi
:”Hal lain apa pa, Ini masalah serius. Kasian anak-anak.”
Dannis :(berpikir sejenak, lalu berkata) “Kita pulang saja kekampung
halamanku, tapi tunggu 2 hari lagi sambil menunggu surat pemecataan keluar.”
Naomi :“Ya sudah, mau gimana lagi. Tapi besok
aku shopping ya, mau beli perlengkapan untuk siap-siap pulang ke padang.”
Dannis : “Apa? Mama masih aja mau shopping,
papa ini baru dipecat. Otak mama dimana?”
Naomi
:“Loh
kenapa sih pa? Kita kan masih ada kartu kredit. Apa salahnya sih. Cuma sekitar
200 sampe 300an.”
Dannis : “Tapi kan tetap aja uang yang
mama pake harus dikembaliin ke bank.”
Naomi : “Gak mau tau, pokoknya aku mau
shopping besok.”
Dannis :“Terserah mama, Papa pusing.”
Skip 6
(Di padang, malam hari)
Dannis :
“Assalamualaikum.” (mengetuk pintu rumah oarng tuanya)
Ibu Dannis : “Wa ‘alaikum salam.Loh ada apa?”
(Semua menyalami Ibu Dannis)
Dannis :
“ Nanti saya ceritakan bu.”
Ibu Dannis : “Yaudah masuk dulu deh.”
(disofa)
Ibu Dannis : “Apa yang sebenarnya terjadi?”
Dannis :“Saya dipecat bu. Saya berniat
membawa istri saya dan anak-anak saya untuk sementara menumpang dirumah ibu,
karena kami tak mampu lagi untuk membayar kontrakan.”
Ibu
Dannis :“Kamu dipecat dannis? Ya
sudah, kalian semua tinggal disini saja. Sekalian bisa menemani ibu dirumah
ini. Karena sudah lama ibu mendambakan rumah ini ramai kembali.”
Dannis :“Terimakasih
bu. Maafkan saya bu belum bisa membahagiakan ibu.”
Naomi :“Iya bu, saya juga mengucapkan
banyak terimakasih kepada ibu karena telah mengizinkan saya dan anak-anak untuk
tinggal disini. Aufa, Tami
bilang terimakasih dong sama nenek.”
Aufa dan Tami: “Terimakasih nenek.” (ucapnya dengan serentak)
Ibu
Dannis :“Iya sama-sama cucu-cucu
nenek tersayang. Ya udah kalian langsung aja kekamar istirahat. Pasti kalian
capek.”
Dannis :
“Iya bu.” (Dannis pun berlalu pergi
kekamar bersama anak dan istrinya)
(Keesokan
harinya)
Ibu Dannis :“Bagaimana Dannis? Apa kamu
masih berniat untuk kembali jawa barat dan mencari pekerjaan baru?”
Dannis :”ah.. susah bu itu di kota besar,
persaingan sangat ketat”(jelas dannis
pasrah)
Ibu
Dannis :” Apa salahnya mencoba?”
Dannis :”Aku mau mencoba Wirausaha bu”
Ibu
Dannis :”Wirausaha apa nak?”
Dannis :”ya… usaha kecil kecilan bu,
tapi…”
Ibu
Dannis :” Apakah ada Masalah?”
Dannis :” masalahnya aku tak mempunyai
modal bu.”
Ibu Dannis :” jika, itu tujuanmu
baiklah akan ibu pinjamkan modal, walupun tak banyak.”
Dannis :”terimakasih
bu, modal ini takkan ku siasiakan.”
Skip 7
(Beberapa hari kemudian, dikamar)
Aufa :
“Ma, aufa mau makan.”(dengan mengelus perut)
Tami :
“Tami juga mau makan ma.”
Naomi :
“Pergi aja sana sama nenek kamu, kenapa harus sama mama sih.”
Tami :“Iiiihh mama jahat, bisanya cuma nyuruh Nenek. Kasian Ma, Nenek itu Udah Tua masa’ semuanya harus
Nenek yang ngelakuin.”
Naomi :“Kamu
udah berani ya ngelawan Mama.”
Aufa :“Bukan
gitu ma maksud tami. Tapi ini sudah menjadi kewajjiban mama.”
Naomi:“Kamu ini tidak baik melawan orang tua, lebih baik kamu
ketempat nenek sana”(dengan nada kesal)
Skip 8
Tami :“Nenek aku lapar..”(mengadu
ke nenek)
Aufa :“Aufa
juga nek.”
Ibu Dannis :“Loh..Mama kalian Tidak memberi kalian makan?”(Tanya Ibu Dannis)
Tami :“Tidak nek, kata Mama,kita minta sama Nenek,Mama lagi sibuk.”(jelas Tami)
Ibu Dannis :“Sekarang Mama kalian lagi ngapain?”(Tanya Ibu
Dannis)
Aufa :“Lagi
nonton nek”
Ibu Dannis :“Mama macam apa dia, Tidak dapat mengurusi anak seperti
ini”(kata Ibu DannisKesal)
Tami dan Aufa:“(hanya terdiam)
Ibu Dannis :“yasudah sini biar Nenek ambilkan makanan untuk
Kalian.”
Tami dan Aufa :“Makasih nek”
(Batas Kesabaran Ibu Dannis Sudah
Habis,Karena perbuatan Naomi Kepada Cucunya)
Ibu Dannis :“NAOMI..”(memanggil
dengan kesal)
Naomi :“Ada apa sih bu?teriak teriak kayak kemalingan aja.”(menjawab
dengan kesal)
Ibu Dannis :“Kamu ini gimanasih anak sudah kelaparan belum juga
dikasih makan”
Naomi :“Kan, ada ibu kenapa aku harus khawatir?”(menjawab dengan sinis)
Ibu Dannnis :“Itu kewajibanmu bukan kewajiban Ibu,Ooh…Jadi selama
ini kamu mengurusi Suami dan Anakmu seperti ini,pantas saja Suamimu dipecat
dari pekerjaannya.”(dengan nada tinggi)
Naomi :“Yang benar saja…aku tak pernah mempermasalahkannya.”(dengan nada tinggi)
Ibu Dannis :“Kamu itu Ibu Tami dan Aufa,seharusnya kamu peduli kepada
mereka!”(dengan nada kesal)
Naomi :“Ya.. Aku memang Ibu Mereka, Kenapa Masalah dengan
Ibu?”(kesal Naomi berlalu begitu saja)
(Sehabis pertengkaran itu
muncullah di benak Naomi ingin mengakhiri hidup Ibu Mertuanya)
Naomi :”Kenapa setiap Ibu
itu semua sama
sukanya marah-marah?”(kesal Naomi)
Naomi :”Aah..tidak buktinya Ibuku baik...,tidak tidak semua
Ibu itu sama dan inilah jalan terbaik untuk semua Ibu yang Cerewet dan suka
marah – marah”(sambil menuangkan racun ke
dalam makanan Ibu Dannis)
Naomi :”Hahaha Rasakan itu
Ibu Cerewet.”(Tertawa penuh kemenangan)
(Tetapi Tuhan berkehendak
lain Makanan Yang sudah berlumur Racun itu dimakan Aufa, Anaknya sendiri)
Aufa :“Aduh..aku masih lapar.”(mengelus
perutnya)
Aufa :“Nah
itu ada bubur, bubur siapa ini? Mungkin nenek menyiapkannya untukku.”
(beberapa menit setelah memakan bubur
tersebut)
Aufa :“Aduh..perutku
sakit.”(terbaring dan keluar busa dari mulut)
Tami :“Nenek…Nenek Dari mulut kak Aufa keluar busa sabun.”(jerit Tami Histeris)
Ibu Dannis :“Ya Allah ini keracunan”(dengan panik)
Tami :“Kak
Aufa keracunan Sabun.”(histeris)
Ibu Dannis :“Naomi, naomi, anak kamu.” (berteriak
memanggil naomi)
Naomi :“Aufa
kenapa bu?” (dari kamar menuju dapur)
Dannis :“Ada apabu?”
Ibu Dannis :“Kamu udah pulang? Ini Anakmu
Aufa keracunan.”
Dannis :“Astaghfirullah,
aufa.”
Tami :“Tadi Kak Aufa makan bubur yang ada di atas meja tiba
tiba dari mulut kak
Aufa keluar busa sabun.”(jelas Tami)
Naomi :(Terdiam dan
wajahnya memucat)”
(Baru saja dannis
mendekatinya, tiba-tiba aufa telah meninggal dunia)
Dannis :“Innalillahi wa inna illahi
rajiun”
Ibu Dannis :“Ya allah.. bangun sayang..”
Naomi :“Aufa, aufa bangun nak bangun…”
Dannis :“Sudahlah ma, Ikhlaskan Aufa”
Tami :“Kak bangun kak bangun, nanti yang nemanin aku main
siapa?”
Ibu Dannis :“(menampar Naomi),
Ini semua gara-gara kamu, Jadi ibu gak becus, lihat Cucu saya meninggal gara
gara kamu gak ngasih makan, makanan yang ada racunnya aja dimakan.”
Dannis :“Sudahlah ma,
Lagipula ini kecelakaan.”
Naomi :”(menangis)”
(Saat jenazah aufa didoakan)
Tami :“Ma,
Kak Aaufa kok ditutupi kain kayak di
tv-tv. Aufa mau masuk tv ya?”
Naomi :(Hanya diam)
Tami :
“Mama, jawab dong.” (memaksa mama untuk
menjawab pertanyaannya)
Naomi : (Tetap saja diam)
Dannis :“Kak aufa mau pergi jauh sayang.”
Tami :“Terus kapan pulangnya?”
Dannis :“Kak aufa gak balik kesini lagi.”
Skip 9
(Beberapa hari setelah kepergian aufa)
Dannis :“Bu,
aku mau cerita.”
Ibu Dannis : “Cerita apa nak?”
Dannis :“Belakangan ini naomi semakin gak
becus ngurusin keluarga. Dia hanya bisa menuntut hak tanpa melakukan
kewajibannya.”
Ibu
Dannis :“Iya nak, sebenarnya ibu juga
mau bilang sesuatu sejak kemarin-kemarin. Tapi ibu takut hal ini bisa
menghancurkan keluarga kamu.”
Dannis :“Ada
apa bu? Bilang aja sama dannis.”
Ibu Dannis :“Sebenarnya selama kamu bekerja, naomi selalu kurang ajar sama
ibu.”
Dannis :“Masa’
iya bu. Nanti coba saya tanya sama naominya.”
(Keesokan harinya)
Naomi :“Tami…sudah berapa kali mama bilang kalo habis main di
beresin dong,jangan dibiarin aja berserakan.”(menarik daun telinga tami)
Tami :“Aduhh… ma..sakit sakit.”(mengeluh)
(Tiba-tiba Dannis dan Ibu
datang saat Naomi memarahi tami)
Dannis :“Oh
jadi gini kelakuan kamu selama aku kerja. Ternyata bener ya apa yang dibilang
sama Ibu.”
Ibu
Dannis :“Ternyata
bener ya firasat saya semenjak pertama kali saya ketemu kamu.Lihat aufa meninggal karna kamu kan.”
Naomi : “Apa yang kalian
katakana, Aku tidak mengerti.”
Ibu Dannis :“Alasan aja kamu,Mulai
dari sekarang jangan pernah kamu pijak rumah ini lagi. Sekarang juga kamu
keluar!!”
Naomi :“Tapi
Bu...”
Ibu
Dannis :“Gak
ada tapi-tapian, sekarang kamu beresin pakaian kamu dan segera keluar dari
rumah ini!!”
Naomi: “Pa,
belain mama pa.”
Dannis :“Gak
bisa, kamu udah keterlaluan.”
Ibu
Dannis :“Gak bisa kamu beresin
pakaian kamu sendiri? Ya udah biar saya yang beresin.”
(Saat Ibu Dannis menyiapkan
tas untuk Naomi)
Naomi :“Pa, Maafin mama pa.”(menggandeng tangan Dannis)
Dannis :“Lepaskan..”
(Setelah beberapa menit)
Ibu
Dannis : “ Ini ambil! Sekarang kamu
pergi. Biar anak kamu sama anak saya aja.”(melempar
tas kehadapan naomi dan menyeretnya keluar rumah)
(Dijalan dia bertemu dengan orang jawa
barat yang akhirnya memberinya ongkos untuk pulang kejawa barat)
Skip 10
(Di rumah)
Naomi : “Bu, bu, Tesa.” (mengetuk pintu)
Tesa : “Ooh..Kakak,
masih tau jalan pulang?(bertanya sinis kepada kakaknya)
Naomi :
“Lama banget sih bukain pintu aja”
Tesa :“Ada perlu apa kakak kesini?”
Naomi :“Ya.. pulanglah Masalah?..Mana ibu?
Tesa “Masih
mau ketemu Ibu?”(dengan nada sinis)
Naomi :“Suruh dia cepat buatkan aku Minum.”
Tesa :“Kakak Tak pernah berubah ya…Sejak kakak meninggalkan Ibu
sampai sekarang kakak masih sepertiini.”
Naomi :“Aah…aku tidak butuh ceramahmu yang kubuthkan sekarang itu ibu,
Dimana dia?
Tesa :(terdiam)
Naomi :“woy ditanya malah diem diamana Ibu?”
Tesa :“Kakak mau tau Ibu dimana?”
Naomi :“Lama banget sih cuman bilang gitu aja!”(tak sabaran)
Tesa :”Sebenarnya Ibu sudah Meninggal kak,Sejak Tiga Bulan yang lalu,Ia
kangen sekali dengan kakak Sampai-sampai setiap ia sholat Ia tak pernah lupa
Berdoa Untuk Kakak.”(menjelaskan dengan
nada lirih)
Naomi :”Kau bercanda kan,Ibu tak
mungkin meninggal,Ibu tak mungkin Meninggal.”(menangis lirih)
(Melihat Kakaknya menangis
Tesa pun memeluk dan menenangkannya)
Tesa :”Sudahlah kak,mungkin Ibu sudah memaafkan Kakak selama ini.”
Naomi :”Bagaimana mungkin Ibu mau
memaafkan kesalahanku ini yang telah menyakiti Hatinya.”
Tesa :”Ibu adalah orang yang
peamaaf kak,Tuhan aja mau memaafkan kita, Aapalagi Ibu yang selalu menyayangi
kita.”(tesa menenangkan Naomi)
Naomi :”Tesa.. Maafkan
Kakak juga yang Telah Menyakitimu Dan Ibu,Apakah kamu mau memaafkanku?”(Tanya Naomi sambil berlutut di depan Tesa)
Tesa :”Kenapa tidak kak,(menarik tangan kakanya untuk berdiri).Kakak
akan tetap jadi kakakku,Tak peduli kakak telah menyakitiku.Karena kakak satu
satunya keluarga yang aku miliki.”
Naomi :”Terima kasih Tesa.Kamu juga
akan Tetap Jadi Adikku.”(Naomi memeluk
Tesa Erat sekali)
Skip 11
Dannis :“Ibu,
maafkan aku, aku tak bisa membahagiakan ibu.”
Ibu
Dannis :“Tidak
apa Dannis, Ibu senang kau tidak tinggal bersama perempuan itu lagi. Melihat mukanya saja Ibu sudah muak.”(memaki Naomi)
Dannis :“Tapi, bagaimanapun dia masih
istriku bu.”
Ibu
Dannis :“Sekarang, dia bukan istrimu
lagi.”
Dannis :”(terdiam)
Ibu
Dannis :”Dannis bagaimana kalau kita
mengguna guna Naomi?
Dannis :“Yang benar saja bu,Itu kan perbuatan
musyrik.”
Ibu
Dannis :“Walaupun itu perbuatan
musyrik,tapi dia memang pantas diguna guna.”
Dannis :“Tapi bu....”
Ibu
Dannis :“Tidak ada tapi-tapian. Sakit
hati Ibu, ia selalu berbicara kasar kepada Ibu dan perlakuannya sudah
kelewatan.”(kesal)
Dannis :“(Terdiam).”
Ibu
Dannis :“Bagaimana?”
Dannis :(hanya diam dan mengangkat bahu)
Ibu Dannis :“Baiklah,walaupun kamu tak setuju akan
ibu lakukan yang terbaik untukmu.”
(akibat diguna –guna oleh
ibu Dannis Naomi pun Stres dan menjadi Gila)
Naomi : “Ibu aku belum meninggal.
Weeekkk.” (sambil menjulurkan lidahnya)
Anak-anak kecil : “Orang gila! Orang
gila!” (sambil menepuk tangan
menertawakan naomi)
Naomi :”Pergi Sana Dasar
Orang Gila…Hahahhaha(sambil menggulung
rambutnya)
Anak-anak kecil : “Orang gila! Orang
gila!”
Naomi :“Pergi sana,nanti aku
bilangin sama suami aku kalo kalian jahat sama aku. Anakku meninggal gara –
gara kalian.”(menatap sedih)
(Setelah 10 tahun)
(Dirumah Ibu naomi)
Tami :“Assalamu ‘alaikum.” (mengetuk pintu)
Tesa :“Wa alaikum salam. Kamu siapa ya?”
Tami :“Saya anaknya mama
naomi. Ini siapanya mama naomi?”
Tesa :“Ini
adiknya mama kamu. Wah kamu
cantik sekali, udah besar aja ya .
Sayang selama ini kita gak pernah ketemu.”
Tami :(mencium tangan Tesa) Oh
tante, apa kabar? Aku lagi cari mama. Mama ada disini gak?”
Tesa :“Alhamdulillah
baik.Sebenarnya, mama kamu setelah pulang kemari menjadi stres
dan akhirnya meninggal dunia.”
Tami :“Mama? Mama udah
meninggal? Inna lillahi wa inna lillahi rajiiun.”
Tesa :“Yang Sabar ya Sayang…”
Tami :“Iya Tante,Sebenarnya Mama
menjadi Stres bukan Karena fisiknya saja Mama Stres karena Di Guna guna oleh
Dukun.dan yang melakukan hal tersebuat adalah Papa dan Nenek.”(jelas Tami)
Tesa :“Astaghfirullahaladzim,Kenapa mereka setega itu kepada mama kamu sayang?.”
Tami :“Aku gak tau tante, aku rindu mama...”(sambil menangis)
Tesa :“Yang sabar ya sayang, kita doakan saja supaya mama kamu tenang
ya.”
Tami :“Iya Tante…”
(mereka pun berpelukan yang erat dan lama sekali)