Sabtu, 15 Maret 2014



 hy, ketemu lagi. aku mau share drama kelompok aku. nama pemerannya adalah :
1. Naomi
2. Dannis
3. Tesa
4. Ibu Naomi
5. Ibu dannis
6. Aufa
7. Tami

AZAB ANAK DURHAKA


 Naomi:“Braaakk (menghentakkan meja makan) Bu, mana sarapanku?”(sambil membentak ibunya tidak sabaran)
Ibu       :“Sabarlah nak, sarapanmu sedang ibu siapkan.”(sambil menyiapkan sarapan)
Naomi :“Ibu ini gimana sih? Aku ini kelaparan bu. Ibu mau aku mati kelaparan?”(dengannada tinggi)
Ibu       :“Ini nak sarapan mu.”(dengan membawa piring layaknya pembantu)
Naomi :“Aduh buk, telur lagi telur lagi. Aku bosan buk tiap hari makan telur. Dari mulai sarapan, makan siang ,makan malam, telur terus. (sambil memarahi ibunya).
Ibu       :“Sudahlah nak, syukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita, masih banyak orang diluar sana tidak bisa makan seperti kita.”
Naomi :”Yaelah ibu, selalu ngomong begitu. Aku ingin makan daging bukannya 
telur,tahu,tempe yang selalu ibu masak.”
(tesa keluar dari kamar karena mendengar keributan)
Tesa     :“Sudahlah kak, jangan memarahi ibu terus. Apa kakak tidak bosan memarahi ibu terus-terusan, sehari saja kakak tidak memarahi ibu, apa rugi nya sih kak?”
Naomi :“Diam kamu! Jangan ikut campur! Kamu itu masih kecil!”(dengan nada tinggi     memarahi Tesa)
Ibu       :“Astaghfirullah nak, kamu boleh berbicara kasar dan sesuka hatimu kepada ibu, tapi jangan ke adikmu.”(menggelengkan kepala dan mengelus dada)
Naomi :“Masalah buat ibu?Ah… sudahlah aku kehilangan nafsu makanku!”(berlari ke luar rumah. meninggalkan ibu dan adiknya)
Tesa     :“Dasar kakak, tidak pernah bisa sopan sama ibu.”(katanya saat kakaknya pergi meninggalkan dirinya dan ibu). “Sabar ya bu, suatu saat nanti pasti kakak akan sadar atas perbuatannya terhadap ibu.”(merangkul ibu dan berusaha menenangkannya)
Ibu       : (Ibu tersenyum untuk menutupi sakit hatinya atas perilaku naomi)

Skip 1

(Di warteg)
Naomi :“Iiiihhh ibu pagi-pagi udah bikin orang kesal aja.”
Dannis :“Kamu kenapa? Pagi-pagi kok udah marah-marah? gak baik loh, ntar cantik kamu
hilang.”
Naomi :“Enggak kenapa-kenapa kok. Apaan sih kamu aku kan jadi maluuuu.”
Dannis :“Udah deh gak usah bohong, gak mungkin kan ada orang yang marah-marah kalo gakada sebab.”
Naomi: (hanya terdiam)
Dannis :“Yaelahh lah ngasih tau itu doang lama banget ya udah deh, aku minta
nomor handphone kamu aja.”
Naomi :“Okeh, 081512345678.”
Dannis :“Thank’s ya.”
Naomi : “Ya.”


Skip 2

(Seminggu kemudian, di kamar Ibu)
Naomi  :“Bu, aku minta uang dong.”
Ibu       : “Uang? Buat apa?”
Naomi  :“Ya buat malam mingguan lah! Kenapa? Masalah?”
Ibu       :“Malam mingguan sama siapa nak?”
Naomi :“Ya sama Dannis lah,Pacar baruku”

(Tiba-tiba Tesamasuk kekamar Ibukarena terganggu dengan kericuhan didalamnya)

Tesa     : “Ada apa sih bu, kak? Kenapa ribut-ribut?”
Naomi :“Kamu itu masih kecil! Kamu ga perlu tau! Masuk ke kamar sana!!”
Tesa     :(hanya terdiam)
Ibu       :“Sudah ini ibu berikan.”(memberi uang dua lembar sepuluh ribuan)
Naomi :(menerima dengan kasar) “Cuma segini??”
Tesa     :“Kakak ini bukannya berterimakasih juga!”
Naomi :“Sudah masuk sana! Dasar adik durhaka!”
Tesa     :“Bukannya kakak ya?”
Naomi :“Kurang ajar kamu!masuk sana!!”
Tesa     :(Masuk kekamar).
Ibu       :“Sudah naomi,Maaf uang ibu cuma ada segini sisanya kan buat bayar sekolah adik kamu.”
Naomi :“Ooohh, jadi ibu udah berani pilih kasih sama aku? Iya? Ibu lebih sayang sama tesa dari aku?”
Ibu      :“Bukan gitu nak, tapi kan...”
Naomi :(memotong pembicaraan ibu) “Sekarang kasih uangnya sama aku, atau selamanya ibu gak akan liat aku lagi dirumah ini karena aku bisa pergi kapan saja aku mau, biar ibu nggak punya anak lagi!”(mengancam ibunya)
Ibu       :(memberikan sisa uang dengan ragu-ragu) “Naomi gak boleh bilang gitu. Ini uangnya tapi disisakan sedikit ya buat spp adik kamu.”
Naomi :“Nggak, uang ini aja kurang apalagi mau nyisain.”(pergi meninggalkan ibu)

Skip 3

(2 minggu kemudian, jam 5 pagi)
Ibu       :“Tesa, ayo kita shalat shubuh di masjid. Tapi sebelumnya bangunin kakak mu dulu ya.”
Tesa     :“Emang kakak mau bu?”
Ibu       :“Dicoba aja dulu, mana tau mau.”
Tesa     :“Iya deh bu.” (dengan segera pergi kekamar naomi)

(Di kamar naomi)
Tesa     :“Kak bangun, Ibu ngajak shalat ke masjid.”
Naomi :“Iiiihh apaan sih, ganggu orang tidur aja! Aku masih ngantuk.”
Tesa     :“Ayo kak, ayo.” (menarik tangan naomi)
Naomi :“Udah deh kalian aja sana, buang-buang waktu aja pake shalat segala.”
Tesa     :“Kakak kapan sih mau berubah? Mau tunggu kiamat ya?”
Naomi :“Terserah aku dong mau berubah apa nggak bukan urusan kamu! Pergi sana!”
Tesa     :(pergi meninggalkan naomi dengan raut wajah kesal)
(Menghampiri Ibu)
Ibu       :“Gimana Tesa? Mau kakaknya?”
Tesa     :“Gak mau bu, aku aja diusir.”
Ibu       :“Ya sudah, ayo kita ke masjid.” (pergi keluar rumah bersama bintang dengan membawa mukenah dilengan kiri)

Skip 4

(Malam hari, saat ibu dan adiknya sedang shalat isya)
Naomi :“Kalo besok aku minta sama ibu, ibu pasti cuma kasih seadanya. Mending aku ambil sekarang aja mumpung gak ada orang dirumah, aku yakin pasti gak bakal ketahuan kalo aku ambil sekarang. Ntar besok minta lagi untuk tambahan.”(Ingin Mengambil Uang Ibunya)
Naomi :“Aduhh…dimana ibu menyimpan uang? disini tidak ada? Mungkin di sana ada!(menggeram kesal)
Naomi :“Nah…ini uangnya, wah lumayan banyak”(puas karena mendapatkan apa yang ia cari)
(Siang hari, dirumah)
Naomi :“Bu, aku mau pergi. Minta uang!” (membentak ibu sambil membawa tas besar)
Ibu       :“Ya allah nak, kamu mau kemana bawa tas sebesar itu?”(kaget melihat anaknya)
Naomi :“Aku mau pergi! Sudah cepat mana uangnya?” (membentak lagi dan menadah tangannya)
Ibu       :“Ini uangnya. Memangnya kamu mau pergi kemana nak?”
Naomi :“Mulai dari sekarang aku gak mau kenal sama ibu dan tesa lagi.” (pergi meninggalkan ibunya tanpa pamit)
Ibu       :“Astaghfirullahaladzim.” (mengelus dada lalu berlalu)

(Beberapa hari kemudian, Telepon berdering)
Ibu       :“Assalamualaikum...Ini siapa ya?”
Naomi :“Ini aku ,Naomi..”
Ibu       :“Ya Allah...Apa kabarmu Nak?”
Naomi :“Sudahlah itu tak penting,Sebentar lagi aku akan menikah dengan lelaki kaya pilihanku. Restu atau tidak restu aku akan tetap menikah.”
 (Duup Naomi menutup telepon)
Tesa     :“Telpon dari siapa bu? Apakah dari kakak?”
Ibu       :“Bukan,bukan siapa – siapa, hanya salah sambung.”
Tesa     :“Oh.. yasudahaku pergi dulu ya bu.”(pamit kepada ibu dan mencium tangannya)
Ibu       :“Iya hati – hati ya nak, jangan pulang terlalu sore.”
Tesa     :“Oke bu.”(sambil mengacungkan jempol)

Skip 5

(Setelah sekian tahun menikah dengan dannis  tanpa sepengetahuan ibunya)
Dannis :“Ma, papa dipecat.”(dengan nada pasrah)
Naomi :“Apa? Dipecat? Terus kita mau bayar kontrakan pake apa? Kita makan pake apa? spp buat anak gimana?”(dengan nada tinggi)

(Mendengar orang tuanya ribut – ribut aufa  dan tami  menghampiri orang tuanya)
Aufa    :“Mama.. mama di pecat itu apa?”(dengan harapan pertanyaannya akan dijawab oleh mama)
Tami    :“Dipecat itu sejenis pemberhentian. Masa’ gitu aja kamu gak tau.”
Naomi :“Sayang papa lagi banyak masalah. Jadi, kalian kekamar aja dulu, main berdua.”
(Tanpa menjawab, tami dan aufa pun pergi kekamar).

(Dikamar)
Aufa    :“Oh iya, papa tadi berhenti gimana sih?”
Tami    :“Berhenti itu loh, yang seperti dilampu merah,yang kalau ada lampunya warna merah semua orang berhenti. Masa’ kamu gak tau sih.”(ucapnya seolah meremehkan kakaknya)
Aufa    :“Hah? bukannya berhenti kerja gitu ya?”
Tami    :“Bukan itu, aduuh kak kamu ini masa gak ngerti dasar anak kecil.”
Aufa    :“Bukannya kamu yang paling kecil.”
Tami    :“Oh iyaya aku kan badannya aja yang gede.”
Aufa    :“Yaudah yuk tami kita jadi pelawak aja.”
Tami    :“Ayuuuuuk deh aku mauu.. hmm tapi ada yang aku gak tau nih kak... pelawak itu apa ya kak?” (ucapnya dengan ekspresi  datar)
Aufa : “Ituloh yang ada di rambut itu.”
Tami : “Ohh kutu..”
Aufa : “Ohh kutu ya namanya?kiraiin ketombe.”
(Dalam sekejab, semua terdiam)

(Dirumah ibu naomi)
Ibu       :”(berdoa sesudah solat) Yaa… Allah ampunilah dosa anakku, panjangkan umurnya,murahkan rezekinya, berikanlah kesehatan lahir batin dan dunia akhiratdi manapun dia berada.Jadikanlah suaminya pilihan terbaik bagi dirinya sendiri, berikanlah nikmat dan rezekimu jadikan ia soleh dan patuh pada suaminya, dan jika engkau mengizinkan pertemukanlah kami. amin” (Doa itu diakhiri ibunya dengan tangisan rindu yang menyayat hati)
(Ternyata Bintang mendengar ibu berdoa di tengah solat malamnya, iapun berlari dari kamar dan memeluk ibu)
Tesa     :”ibu sabar ya, mudah mudahan kakak bahagia dengan jalan yangsudah diambilnya.”(memeluk dan menenangkan ibu)
Ibu       :” iya nak, doakan yang terbaik buat kakakmu.”
Tesa     :”Selalu bu.”

(Diruang tengah rumah naomi)
Naomi : “Aduh papa kerjanya gimana sih masa sampe bisa di pecat?Kamungapain aja?
Dannis :”sudah deh ma, aku capek bisakan kita berbicara hal lain.”(dengan nada kesal)
Naomi :”Hal lain apa pa, Ini masalah serius. Kasian anak-anak.”
Dannis :(berpikir sejenak, lalu berkata) “Kita pulang saja kekampung halamanku, tapi tunggu 2 hari lagi sambil menunggu surat pemecataan keluar.”
Naomi :“Ya sudah, mau gimana lagi. Tapi besok aku shopping ya, mau beli perlengkapan untuk siap-siap pulang ke padang.”
Dannis : “Apa? Mama masih aja mau shopping, papa ini baru dipecat. Otak mama dimana?”
Naomi             :“Loh kenapa sih pa? Kita kan masih ada kartu kredit. Apa salahnya sih. Cuma sekitar 200 sampe 300an.”
Dannis : “Tapi kan tetap aja uang yang mama pake harus dikembaliin ke bank.”
Naomi : “Gak mau tau, pokoknya aku mau shopping besok.”
Dannis :“Terserah mama, Papa pusing.”

Skip 6

(Di padang, malam hari)
Dannis             : “Assalamualaikum.” (mengetuk pintu rumah oarng tuanya)
Ibu Dannis      : “Wa ‘alaikum salam.Loh ada apa?”
(Semua menyalami Ibu Dannis)
Dannis             : “ Nanti saya ceritakan bu.”
Ibu Dannis      : “Yaudah masuk dulu deh.”
(disofa)
Ibu Dannis      : “Apa yang sebenarnya terjadi?”
Dannis             :“Saya dipecat bu. Saya berniat membawa istri saya dan anak-anak saya untuk sementara menumpang dirumah ibu, karena kami tak mampu lagi untuk membayar kontrakan.
Ibu Dannis      :“Kamu dipecat dannis? Ya sudah, kalian semua tinggal disini saja. Sekalian bisa menemani ibu dirumah ini. Karena sudah lama ibu mendambakan rumah ini ramai kembali.”
Dannis             :“Terimakasih bu. Maafkan saya bu belum bisa membahagiakan ibu.”
Naomi             :“Iya bu, saya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada ibu karena telah mengizinkan saya dan anak-anak untuk tinggal disini. Aufa, Tami bilang terimakasih dong sama nenek.”
Aufa dan Tami: “Terimakasih nenek.” (ucapnya dengan serentak)
Ibu Dannis      :“Iya sama-sama cucu-cucu nenek tersayang. Ya udah kalian langsung aja kekamar istirahat. Pasti kalian capek.”
Dannis             : “Iya bu.” (Dannis pun berlalu pergi kekamar bersama anak dan istrinya)

(Keesokan harinya)
Ibu Dannis      :“Bagaimana Dannis? Apa kamu masih berniat untuk kembali jawa barat dan mencari pekerjaan baru?”
Dannis             :”ah.. susah bu itu di kota besar, persaingan sangat ketat”(jelas dannis pasrah)
Ibu Dannis      :” Apa salahnya mencoba?”
Dannis             :”Aku mau mencoba Wirausaha bu”
Ibu Dannis      :”Wirausaha apa nak?”
Dannis             :”ya… usaha kecil kecilan bu, tapi…”
Ibu Dannis      :” Apakah ada Masalah?”
Dannis             :” masalahnya aku tak mempunyai modal bu.”
Ibu Dannis      :” jika, itu  tujuanmu baiklah akan ibu pinjamkan modal, walupun tak banyak.”
Dannis             :”terimakasih bu, modal ini takkan ku siasiakan.”

Skip 7

(Beberapa hari kemudian, dikamar)
Aufa    : “Ma, aufa mau makan.”(dengan mengelus perut)
Tami    : “Tami juga mau makan ma.”
Naomi : “Pergi aja sana sama nenek kamu, kenapa harus sama mama sih.”
Tami    :“Iiiihh mama jahat, bisanya cuma nyuruh Nenek. Kasian Ma, Nenek itu Udah Tua masa’ semuanya harus Nenek yang ngelakuin.”
Naomi :“Kamu udah berani ya ngelawan Mama.”
Aufa    :“Bukan gitu ma maksud tami. Tapi ini sudah menjadi kewajjiban mama.”
Naomi:Kamu ini tidak baik melawan orang tua, lebih baik kamu ketempat nenek sana”(dengan nada kesal)


Skip 8

Tami                :Nenek aku lapar..”(mengadu ke nenek)
Aufa                :Aufa juga nek.”
Ibu Dannis      :Loh..Mama kalian Tidak memberi kalian makan?”(Tanya Ibu Dannis)
Tami                :Tidak nek, kata Mama,kita minta sama Nenek,Mama lagi sibuk.”(jelas Tami)
Ibu Dannis      :Sekarang Mama kalian lagi ngapain?”(Tanya Ibu Dannis)
Aufa                :Lagi nonton nek”
Ibu Dannis       :Mama macam apa dia, Tidak dapat mengurusi anak seperti ini”(kata Ibu DannisKesal)
Tami dan Aufa:(hanya terdiam)
Ibu Dannis      :yasudah sini biar Nenek ambilkan makanan untuk Kalian.”
Tami dan Aufa :Makasih nek”

(Batas Kesabaran Ibu Dannis Sudah Habis,Karena perbuatan Naomi Kepada Cucunya)

Ibu Dannis      :NAOMI..”(memanggil dengan kesal)
Naomi             :Ada apa sih bu?teriak teriak kayak kemalingan aja.”(menjawab dengan kesal)
Ibu Dannis      :Kamu ini gimanasih anak sudah kelaparan belum juga dikasih makan”
Naomi             :Kan, ada ibu kenapa aku harus khawatir?”(menjawab dengan sinis)
Ibu Dannnis    :Itu kewajibanmu bukan kewajiban Ibu,Ooh…Jadi selama ini kamu mengurusi Suami dan Anakmu seperti ini,pantas saja Suamimu dipecat dari pekerjaannya.”(dengan nada tinggi)
Naomi             :Yang benar saja…aku tak pernah mempermasalahkannya.”(dengan nada tinggi)
Ibu Dannis      :Kamu itu Ibu Tami dan Aufa,seharusnya kamu peduli kepada mereka!”(dengan nada kesal)
Naomi             :Ya.. Aku memang Ibu Mereka, Kenapa Masalah dengan Ibu?”(kesal Naomi berlalu begitu saja)

(Sehabis pertengkaran itu muncullah di benak Naomi ingin mengakhiri hidup Ibu Mertuanya)

Naomi :”Kenapa setiap Ibu itu semua sama sukanya marah-marah?”(kesal Naomi)
Naomi :”Aah..tidak buktinya Ibuku baik...,tidak tidak semua Ibu itu sama dan inilah jalan terbaik untuk semua Ibu yang Cerewet dan suka marah – marah”(sambil menuangkan racun ke dalam makanan Ibu Dannis)
Naomi :”Hahaha Rasakan itu Ibu Cerewet.”(Tertawa penuh kemenangan)

(Tetapi Tuhan berkehendak lain Makanan Yang sudah berlumur Racun itu dimakan Aufa, Anaknya sendiri)
Aufa    :“Aduh..aku masih lapar.”(mengelus perutnya)
Aufa    :“Nah itu ada bubur, bubur siapa ini? Mungkin nenek menyiapkannya untukku.”
(beberapa menit setelah memakan bubur tersebut)
Aufa    :“Aduh..perutku sakit.”(terbaring dan keluar busa dari mulut)

Tami                :Nenek…Nenek Dari mulut kak Aufa keluar busa sabun.”(jerit Tami Histeris)
Ibu Dannis      :Ya Allah ini keracunan”(dengan panik)
Tami                :Kak Aufa keracunan Sabun.”(histeris)
Ibu Dannis      :“Naomi, naomi, anak kamu.” (berteriak memanggil naomi)
Naomi                         :“Aufa kenapa bu?” (dari kamar menuju dapur)
Dannis             :“Ada apabu?”
Ibu Dannis      :“Kamu udah pulang? Ini Anakmu Aufa keracunan.”
Dannis             :“Astaghfirullah, aufa.”
Tami                :Tadi Kak Aufa makan bubur yang ada di atas meja tiba tiba dari mulut kak Aufa keluar busa sabun.”(jelas Tami)
Naomi             :(Terdiam dan wajahnya memucat)”
(Baru saja dannis mendekatinya, tiba-tiba aufa telah meninggal dunia)
Dannis             :“Innalillahi wa inna illahi rajiun”
Ibu Dannis      :“Ya allah.. bangun sayang..”
Naomi             :“Aufa, aufa bangun nak bangun…”
Dannis             :“Sudahlah ma, Ikhlaskan Aufa”
Tami                :“Kak bangun kak bangun, nanti yang nemanin aku main siapa?”
Ibu Dannis      :“(menampar Naomi), Ini semua gara-gara kamu, Jadi ibu gak becus, lihat Cucu saya meninggal gara gara kamu gak ngasih makan, makanan yang ada racunnya aja dimakan.”
Dannis             :“Sudahlah ma, Lagipula ini kecelakaan.”
Naomi             :”(menangis)”

(Saat jenazah aufa didoakan)
Tami    :“Ma, Kak Aaufa kok ditutupi kain kayak di tv-tv. Aufa mau masuk tv ya?”
Naomi :(Hanya diam)
Tami    : “Mama, jawab dong.” (memaksa mama untuk menjawab pertanyaannya)
Naomi : (Tetap saja diam)
Dannis :“Kak aufa mau pergi jauh sayang.”
Tami    :“Terus kapan pulangnya?”
Dannis :“Kak aufa gak balik kesini lagi.”

Skip 9

(Beberapa hari setelah kepergian aufa)
Dannis             :“Bu, aku mau cerita.”
Ibu Dannis      : “Cerita apa nak?”
Dannis             :“Belakangan ini naomi semakin gak becus ngurusin keluarga. Dia hanya bisa menuntut hak tanpa melakukan kewajibannya.”
Ibu Dannis      :“Iya nak, sebenarnya ibu juga mau bilang sesuatu sejak kemarin-kemarin. Tapi ibu takut hal ini bisa menghancurkan keluarga kamu.”
Dannis             :“Ada apa bu? Bilang aja sama dannis.”
Ibu Dannis      :“Sebenarnya selama kamu bekerja, naomi selalu kurang ajar sama ibu.”
Dannis             :“Masa’ iya bu. Nanti coba saya tanya sama naominya.”

(Keesokan harinya)
Naomi             :“Tami…sudah berapa kali mama bilang kalo habis main di beresin dong,jangan dibiarin aja berserakan.”(menarik daun telinga tami)
Tami                :“Aduhh… ma..sakit sakit.”(mengeluh)
(Tiba-tiba Dannis dan Ibu datang saat Naomi memarahi tami)
Dannis             :“Oh jadi gini kelakuan kamu selama aku kerja. Ternyata bener ya apa yang dibilang sama Ibu.”
Ibu Dannis      :“Ternyata bener ya firasat saya semenjak pertama kali saya ketemu kamu.Lihat aufa meninggal karna kamu kan.”
Naomi             : “Apa yang kalian katakana, Aku tidak mengerti.”
Ibu Dannis      :“Alasan aja kamu,Mulai dari sekarang jangan pernah kamu pijak rumah ini lagi. Sekarang juga kamu keluar!!”
Naomi             :“Tapi Bu...”
Ibu Dannis      :“Gak ada tapi-tapian, sekarang kamu beresin pakaian kamu dan segera keluar dari rumah ini!!”
Naomi:                        “Pa, belain mama pa.”
Dannis             :“Gak bisa, kamu udah keterlaluan.”
Ibu Dannis      :Gak bisa kamu beresin pakaian kamu sendiri? Ya udah biar saya yang beresin.”
(Saat Ibu Dannis menyiapkan tas untuk Naomi)
Naomi             :“Pa, Maafin mama pa.”(menggandeng tangan Dannis)
Dannis             :“Lepaskan..”
(Setelah beberapa menit)
Ibu Dannis : “ Ini  ambil! Sekarang kamu pergi. Biar anak kamu sama anak saya aja.”(melempar tas kehadapan naomi dan menyeretnya keluar rumah)
(Dijalan dia bertemu dengan orang jawa barat yang akhirnya memberinya ongkos untuk pulang kejawa barat)

Skip 10

(Di rumah)
Naomi : “Bu, bu, Tesa.” (mengetuk pintu)
Tesa     : “Ooh..Kakak, masih tau jalan pulang?(bertanya sinis kepada kakaknya)
Naomi             : “Lama banget sih bukain pintu aja
Tesa     :“Ada perlu apa kakak kesini?”
Naomi :“Ya.. pulanglah Masalah?..Mana ibu?
Tesa     Masih mau ketemu Ibu?”(dengan nada sinis)
Naomi :“Suruh dia cepat buatkan aku Minum.”
Tesa     :“Kakak Tak pernah berubah ya…Sejak kakak meninggalkan Ibu sampai sekarang kakak masih sepertiini.”
Naomi :“Aah…aku tidak butuh ceramahmu yang kubuthkan sekarang itu ibu, Dimana dia?
Tesa     :(terdiam)
Naomi :“woy ditanya malah diem diamana Ibu?”
Tesa     :“Kakak mau tau Ibu dimana?”
Naomi :“Lama banget sih cuman bilang gitu aja!”(tak sabaran)
Tesa :”Sebenarnya Ibu sudah Meninggal kak,Sejak Tiga Bulan yang lalu,Ia kangen sekali dengan kakak Sampai-sampai setiap ia sholat Ia tak pernah lupa Berdoa Untuk Kakak.”(menjelaskan dengan nada lirih)
Naomi :”Kau bercanda kan,Ibu tak mungkin meninggal,Ibu tak mungkin Meninggal.”(menangis lirih)
(Melihat Kakaknya menangis Tesa pun memeluk dan menenangkannya)
Tesa     :”Sudahlah kak,mungkin Ibu sudah memaafkan Kakak selama ini.”
Naomi :”Bagaimana mungkin Ibu mau memaafkan kesalahanku ini yang telah menyakiti Hatinya.”
Tesa     :”Ibu adalah orang yang peamaaf kak,Tuhan aja mau memaafkan kita, Aapalagi Ibu yang selalu menyayangi kita.”(tesa menenangkan Naomi)
Naomi             :”Tesa.. Maafkan Kakak juga yang Telah Menyakitimu Dan Ibu,Apakah kamu mau memaafkanku?”(Tanya Naomi sambil berlutut di depan Tesa)
Tesa     :”Kenapa tidak kak,(menarik tangan kakanya untuk berdiri).Kakak akan tetap jadi kakakku,Tak peduli kakak telah menyakitiku.Karena kakak satu satunya keluarga yang aku miliki.”
Naomi :”Terima kasih Tesa.Kamu juga akan Tetap Jadi Adikku.”(Naomi memeluk Tesa Erat sekali)

Skip 11

Dannis             :“Ibu, maafkan aku, aku tak bisa membahagiakan ibu.”
Ibu Dannis      :“Tidak apa Dannis, Ibu senang kau tidak tinggal bersama perempuan itu lagi.  Melihat mukanya saja Ibu sudah muak.”(memaki Naomi)
Dannis             :“Tapi, bagaimanapun dia masih istriku bu.”
Ibu Dannis      :“Sekarang, dia bukan istrimu lagi.”
Dannis             :”(terdiam)
Ibu Dannis      :”Dannis bagaimana kalau kita mengguna guna Naomi?
Dannis             :“Yang benar saja bu,Itu kan perbuatan musyrik.”
Ibu Dannis      :“Walaupun itu perbuatan musyrik,tapi dia memang pantas diguna guna.”
Dannis             :“Tapi bu....”
Ibu Dannis      :“Tidak ada tapi-tapian. Sakit hati Ibu, ia selalu berbicara kasar kepada Ibu dan perlakuannya sudah kelewatan.”(kesal)
Dannis             :“(Terdiam).”
Ibu Dannis      :“Bagaimana?”
Dannis             :(hanya diam dan mengangkat bahu)
Ibu Dannis      :“Baiklah,walaupun kamu tak setuju akan ibu lakukan yang terbaik untukmu.”

(akibat diguna –guna oleh ibu Dannis Naomi pun Stres dan menjadi Gila)
Naomi : “Ibu aku belum meninggal. Weeekkk.” (sambil menjulurkan lidahnya)
Anak-anak kecil : “Orang gila! Orang gila!” (sambil menepuk tangan menertawakan naomi)
Naomi :”Pergi Sana Dasar Orang Gila…Hahahhaha(sambil menggulung rambutnya)
Anak-anak kecil : “Orang gila! Orang gila!”
Naomi :“Pergi sana,nanti aku bilangin sama suami aku kalo kalian jahat sama aku. Anakku meninggal gara – gara kalian.”(menatap sedih)

(Setelah 10 tahun)
(Dirumah Ibu naomi)
Tami    :“Assalamu ‘alaikum.” (mengetuk pintu)
Tesa     :“Wa alaikum salam. Kamu siapa ya?”
Tami    :“Saya anaknya mama naomi. Ini siapanya mama naomi?”
Tesa     :“Ini adiknya mama kamu. Wah kamu cantik sekali, udah besar aja ya . Sayang selama ini kita gak pernah ketemu.”
Tami    :(mencium tangan Tesa) Oh tante, apa kabar? Aku lagi cari mama. Mama ada disini gak?”
Tesa     :“Alhamdulillah baik.Sebenarnya, mama kamu setelah pulang kemari menjadi stres dan akhirnya meninggal dunia.”
Tami    :“Mama? Mama udah meninggal? Inna lillahi wa inna lillahi rajiiun.”
Tesa     :“Yang Sabar ya Sayang…”
Tami    :“Iya Tante,Sebenarnya Mama menjadi Stres bukan Karena fisiknya saja Mama Stres karena Di Guna guna oleh Dukun.dan yang melakukan hal tersebuat adalah Papa dan Nenek.”(jelas Tami)
Tesa     :“Astaghfirullahaladzim,Kenapa mereka setega itu kepada mama kamu sayang?.”
Tami    :“Aku gak tau tante, aku rindu mama...”(sambil menangis)
Tesa     :“Yang sabar ya sayang, kita doakan saja supaya mama kamu tenang ya.”
Tami    :“Iya Tante…”
(mereka pun berpelukan yang erat dan lama sekali)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar